HAJI PERTAMA DI DUNIA #1

2 September 2019 53x Haji & Umroh

Beranda » IBADAH » Haji & Umroh » HAJI PERTAMA DI DUNIA #1

HAJI PERTAMA DI DUNIA #1

Haji adalah Rukun Islam yang kelima dalam Islam. Diperuntukkan bagi orang-orang yang telah mampu dan telah dipanggil Allah untuk mengunjungi Baitullah.

Berbicara tentang ibadah Haji, banyak sekali cerita di baliknya. Sebagai umat muslim, tentu saja sudah menjadi suatu keharusan untuk mengetahui dan memahami bagaimana sejarah ibadah Haji pertama di dunia ini agar kita dapat memaknai ibadah ini dengan sebenar-benarnya.

 

Tidak ada satu ayat pun di dalam Al-Qur’an yang secara terang menjelaskan bagaimana ibadah haji pertama terjadi.

Ada beberapa hadits yang mengabarkan mengenai thawafnya Nabi Adam, tapi status haditsnya diperselisihkan.

 

Dalam salah satu hadits itu dikabarkan, manusia sekaligus Nabi pertama ini melakukan ibadah haji dengan thawaf di Baitullah.

 

Sempat pula beliau menerima doa kemabruran atas hajinya dari para Malaikat : …. Semoga hajimu mabrur, wahai Adam…

Jika merujuk pembangunan Baitullah (Ka’bah) sebagai titik utama pelaksanaan ibadah haji, sejumlah ayat Al-Qur’an secara jelas menerangkan keterkaitan yang sangat erat antara keberadaan Ka’bah sebagai Baitullah yang berada di Kota Makkah dan kehidupan Nabi Ibrahim yang dikenal sebagai Abul Anbiya (leluhur para Nabi).

Pertama, ketika Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk menempatkan istrinya (Hajar) dan putranya, yaitu Ismail, jauh dari tempat tinggalnya selama ini.

 

Tempat yang dimaksud, ternyata sudah dikenal oleh Nabi Ibrahim sebagai lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati,…. (QS 14 : 37).

Kedua, Nabi Ibrahim, dibantu oleh putranya yang bernama Ismail, diminta meninggikan fondasi Baitullah (rumah Allah SWT), yaitu Ka’bah (QS 2 : 127).

 

Lebih dari itu, tempat berpijaknya Nabi Ibrahim ketika beliau membangun Ka’bah ini sekarang dikenal dengan Makam Ibrahim yang kemudian dalam rangkaian ibadah umrah atau haji memunculkan keharusan shalat di belakang Makam Ibrahim ini.

Ketiga, setelah menetapkan Baitullah sebagai tempat berkumpul yang aman, Allah menegaskan, Baitullah ini disediakan untuk tiga aktivitas utama, yaitu thawaf, itikaf dan shalat (QS al-Baqarah; 2 : 125 dan al Hajj, 22 : 26).

Setelah Nabi Ibrahim dan putranya menyelesaikan pembangunan Ka’bah itu, keduanya lalu berdoa tentang beberapa hal:

  • yaitu agar amalan yang selama ini dikerjakannya diterima Allah SWT,
  • menjadikan diri dan seluruh keturunannya sebagai umat yang berserah diri kepada Allah semata,
  • ditunjukkan tata cara ibadah haji,
  • tobatnya diterima, dan permintaan terakhirnya adalah agar Allah mengutus seorang Rasul ke tengah masyarakat yang menghuni daerah seputar Baitullah itu untuk menyampaikan dan menjelaskan risalah-Nya.

Ada 2 kemungkinan yang menyebabkan Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah, agar Allah menunjukkan cara bagaimana melaksanakan ibadah haji.

Pertama, karena sebelumnya memang tidak ada syariat haji sehingga dibutuhkan petunjuk teknis untuk menjalankannya.

Kedua, ibadah haji ini sudah pernah disyariatkan kepada umat sebelumnya, tapi diperlukan pembaruan, mungkin karena sudah tidak sesuai atau dianggap sudah mengalami penyimpangan sehingga perlu diluruskan.

Terkait kemungkinan kedua inilah tampaknya dimunculkan kata yarfa’u dalam QS. al-Baqarah 127. Kata yarfa’u diartikan dengan meninggikan, yaitu meninggikan fondasi Ka’bah yang mengisyaratkan, fondasi Ka’bah itu sebenarnya telah ada sebelum perintah itu datang kepada Nabi Ibrahim.

Hal ini selanjutnya diperkuat dengan Firman Allah SWT yang menyatakan, Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS 3 : 96).


Bahkan, dalam beberapa ayat, Ka’bah disebutnya sebagai Baitul `Atiq. Kata al`Atiq dimaknai oleh Imam Raghib al-Isfahani sebagai sesuatu yang awal atau permulaan. Artinya, Baitul `Atiq adalah rumah tua, rumah antik yang dibangun sebagai tempat ibadah pertama manusia.

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.